Zahra Haghani, Ilmuwan Berhijab dari Iran Penerus dan Pengganti Einstein

Terima kasih sudah berkenan Bantu Share

Zahra Haghani, Ilmuwan Berhijab dari Iran Penerus dan Pengganti Einstein.

Personal BLOG | Jika anda disuruh mengingat nama orang ketika dikaitkan dengan sebuah kata terkait dengan “Kecerdasan”, kira-kira nama siapa yang langsung anda ingat?

Hampir kebanyakan orang akan langsung teringat dengan salah satu nama bernama Einstein!

Hal tersebut sepertinya tidak berlebihan karena memang Einstein hingga saat ini masih disebut sebagai manusia tercerdas yang pernah tinggal di bumi.

Sosok Einstein memang hingga sekarang masih dikenal sebagai sosok tercerdas sekaligus ilmuwan yang sangat mengagumkan.

Einstein tidak hanya ilmuwan hebat yang gagasannya terus dipakai hingga saat ini, akan tetapi juga dikenal sebagai ilmuwan yang pandai “meramal”. Banyak teori Einstein pada masa lalu yang kini dibuktikan kebenarannya lewat riset.

Pada tahun 1916, Einstein membuat sebuah prediksi tentang pulsar yang akan menarik bintang katai putih yang mengorbit dengan kecepatan 7 mm per hari. Sesuai prediksi Einstein, akhirnya pada tahun 2003 ditemukan sistem pulsar dengan dua obyek yang dibuktikan oleh ilmuwan bahwa memang katai putih dalam pulsar itu mendekat dengan kecepatan 7 mm.

Namun pertanyaanya sekarang, kira-kira siapa sosok di bumi ini yang saat ini masih hidup dan diprediksi akan mampu menjadi “Einstein kedua” ?

Nah, siapa kira-kira akan menjadi Einstein pada masa depan, pintar “meramal”, dan terus dipakai gagasannya?

Sparrho, sebuah perusahaan analis di Inggris, menyatakan bahwa salah satu kandidat Einstein masa depan adalah ilmuwan berjilbab asal Iran, Zahra Haghani demikian sebagaimana saya kutip dari kompas.com [26/7/15].

Sparrho bekerja sama dengan British Library untuk melihat semua data ilmuwan yang riset dan karya tulisnya terkait dengan gagasan-gagasan Einstein. Data begitu banyak, mulai dari tahun 1890 hingga saat ini.

Haghani kini adalah asisten profesor di Damghan University, Damghan, Iran. Dia adalah ilmuwan yang meraih gelar doktor dari universitas lokal, Shadid Beheshti University, pada tahun 2013 lalu.

Melacak Google Scholar, ada banyak sekali makalah yang ditulis Haghani dan dikutip oleh ilmuwan lain. Sementara itu, di situs universitasnya, tercatat bahwa Haghani telah memublikasikan delapan makalah di jurnal internasional sejak tahun 2011. Tiga makalah lainnya “mengantre”.

Salah satu makalahnya yang menarik berjudul “Matter may matter”. Haghani dalam makalah itu menguraikan bahwa gabungan antara apa yang disebut Ricci tensor, energi, dan momentum tensor bisa menerangkan pengembangan alam semesta tanpa bergantung pada materi gelap.

Ghani bukan satu-satunya ilmuwan yang diprediksi menjadi Einstein masa depan. Empat orang lainnya yaitu Shinji Tsujikawa dari Tokyo University, Hajime Sotani dari Observatorium Nasional Jepang, Nikodem Poplawski dari University of New Haven, dan Brian Pitts dari Cambridge. Kapan kira-kira Indonesia akan memiliki orang-orang seperti mereka? Kita doakan sambil menunggu saja!

Terima kasih sudah berkenan Bantu Share

About Ari Suseno

Anak petani, Publisher Google, YouTube, Affiliate (2004 - Sekarang). Jika anda ingin belajar membuat blog, website, Google Adsense, Affiliate, ngembangin channels YouTube kamu. Dengan senang hati siap berbagi ilmu, selama saya mampu dan bisa :-)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *