Raksasa Ekonomi Dunia yang Masih Tidur Bernama Indonesia

Terima kasih sudah berkenan Bantu Share

c4da2f7a68f4ddbbb3d90ed6f9965f67_indonesiaku

Apakah anda sudah pernah membaca sebuah tulisan dari seorang bloger bernama Raden Nuh yang bercerita tentang Sahabatnya Mr. Kim yang menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi di Korea Selatan (sejenis BPPT di Indonesia).

Dalam tulisan tersebut Raden Nuh menceritakan bagaimana Mr. Kim pernah mengatakan jika Indonesia itu seperti raksasa yang sedang tidur (The Sleeping Giant).

Sebelum saya menambahkan dan mengembangkan dari tulisan Raden Nuh ini, sebagai pemahaman sebelum saya mengomentari dan menambahkan atas tulisan Raden Nuh tersebut, berikut saya lampirkan terlebih dahulu tulisan lengkap Raden Nuh yang saya kutipkan langsung dari blog pribadinya sebagai berikut:

“Seorang sahabat baik saya asal Korea Selatan Mr. Kim yang juga adalah Kepala Lembaga Penelitian dan Pengembangan Teknologi di Korsel (sejenis BPPT di Indonesia) sekitar setahun lalu pernah ucapkan kepada saya bahwa Indonesia itu seperti raksasa yang sedang tidur (The Sleeping Giant). Dia ucapkan analogi itu karena melihat potensi luar biasa yang dimiliki Indonesia berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk dan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia.

Mr. Kim membandingkan Indonesia dengan Korea Selatan. Luas Republik Korea Selatan hanya 100.300 km2, dengan penduduk sekitar 50 juta jiwa, bandingkan dengan luas Pulau Jawa 137.000 km2 dengan penduduk 130 juta jiwa. Korea Selatan terletak di Semenanjung Korea dengan kondisi alam yang bergunung dan berbukit. Hanya sekitar 20% dari luas daratannya yang bisa dihuni manusia atau diolah menjadi lahan pertanian. Bertolakbelakang dengan Pulau Jawa yang luas lahan pertanian dan hunian manusianya mencapai 80% dari total luas Pulau Jawa.

Pulau Jawa yang sangat subur dan pernah menjadi lumbung pangan Indonesia itu kini disesaki oleh padatnya manusia, pabrik dan kawasan industri. Lahan pertanian dan perkebunan menyusut drastis. Predikat pulau Jawa sebagai “Lumbung Pangan Indonesia” pun sudah menghilang.

Korea seperti halnya Taiwan dan Singapore adalah negara yang memiliki luas wilayah daratan sangat kecil. Lahan pertanian Korsel dan Taiwan sangat terbatas. Apalagi Singapore yang malah tidak punya lahan pertanian sama sekali dan kebutuhan pangannya 100% impor. Negara – negara seperti ini sangat iri kepada Indonesia yang luas daratannya hampir 2 juta km2. Imajinasi mengenai apa yang akan dilakukan jika punya negara seluas Indonesia selalu terbayang menari-nari di benak mereka.

Keterbatasan luas daratan menyebabkan Korea, Taiwan dan Singapore mencari cara terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan mensejahterakan rakyatnya.

Tumpuan mereka adalah sektor teknologi, jasa keuangan dan pariwisata, perdagangan internasional, industrialisasi dan sebagainya, yang smuanya itu tidak memerlukan lahan / tanah yang luas. Taiwan dan Korsel terkenal sebagai produsen elektronik terkemuka dan terbesar di dunia. Mereka mengungguli dunia barat dalam industri elektronik dan perkapalan.

Rahasia kemajuan dan kemakmuran mereka terletak pada ribuan penemuan baru setiap tahun di bidang teknologi tepat guna dan tersedianya industrialisasi untuk semua penemuan baru itu. Luar biasa.

Meski Korea sudah lama menjadi negara maju dan makmur namun mereka tetap ingin dan selalu bermimpi miliki lahan yang luas. Berbagai pembatasan dan hambatan dari sejumlah negara tertentu dimana mereka berinvestasi telah menjadi ancaman serius pada usaha pemerintah Korea untuk menjamin dan mempertahankan kesejahteraan yang telah mereka capai selama ini.

China dan India adalah dua negara tujuan investasi Korea yang terbesar. Di China saja saat ini terdapat lebih 22.000 perusahaan asal Korea.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir ini, Pemerintah China, juga India mulai “mempersulit” ribuan perusahaan tersebut dengan menaikan Upah Minimum Karyawan dan selalu berusaha mencuri rahasia teknologi yang digunakan oleh perusahan – perusahaan Korea di sana.

Soal reputasi curi mencuri atau bajak membaca teknologi adalah merupakan hobi China yang sudah sangat terkenal di seluruh dunia.

Berbeda dengan China, Taiwan apalagi Jepang, menurut Mr. Kim putra seorang jenderal pada masa Perang Korea (1950-1955), yang juga adalah kakak angkat saya itu, Indonesia merupakan surga bagi investasi Korea. Selama 10 tahun terakhir, Indonesia perlahan – lahan mulai menjadi negara favorit tujuan investasi Korea.

Semua yang ada di Indonesia sangat menyenangkan investor Korea kecuali atas 3 hal, yakni :

  1. Korupsi dan kebobrokan birokrasi,
  2. Keterbatasan infrastruktur (listrik, telpon, jalan, pelabuhan dan sejenisnya) serta
  3. Kemalasan dan kelambanan yang menjadi sifat umum mayoritas pekerja Indonesia.

Jika tiga hal tadi dapat diatasi oleh pemerintah Indonesia, Mr. Kim ini sangat yakin Indonesia akan menjelma menjadi negara super power terutama di bidang ekonomi.

Mengenai hal yang lain, tidak ada yang kurang dari Indonesia. “Tuhan begitu sayang pada negara ini” ujar Mr. Kim suatu saat ketika kami berbincang di sebuah hotel di depan bundaran air mancur HI, Jakarta Pusat pada akhir tahun lalu.

Saking kagum dan tertariknya Mr. Kim itu terhadap Indonesia, dia berkali – kali selalu mengatakan ingin mati dan dikubur di bumi Indonesia. Dari ucapan dan sinar matanya yang tulus, saya percaya pada niatnya tersebut.

Setelah membaca tulisan dari Raden Nuh tersebut, saya yakin sebagai bagian dari orang Indonesia anda dan kita semua akan merasa gregetan dengan bangsa kita sendiri bernama Indonesia.

Bagaimana mungkin, mereka yang bukan orang Indonesia saja begitu iri dengan apa yang kita miliki. Tidak hanya luas wilayah, jumlah penduduk serta Sumber Daya Alamnya yang berlimpah ruah akan tetapi semua kebutuhan manusia diseluruh dunia sebagian besar tersedia di Indonesia.

Saya sangat yakin bahwa orang-orang di luar warga Indonesia tidak hanya Mr. Kim saja yang iri atas kekayaan dan potensi yang dimiliki Indonesia. Hal ini bisa terlihat dari banyaknya pihak asing yang ingin menguasai seluruh kekayaan Sumber Daya Alam yang ada di Indonesia dengan berkedok “Investasi”.

Cobalah kita tengok sekarang, hampir rata-rata sumber daya alam kita yang sangat strategis hampir semua sudah dikuasai oleh Asing.

Dimulai dari Gas Alam, Minyak, Gunung Emas di Papua, bahkan Air Mineral saja yang setiap hari kita konsumsi justru juga dikuasai dan dikelola oleh asing.

Saya sendiri pernah bekerja di sebuah lembaga yang bermitra dengan perusahaan minyak ternama asal Amerika di pulau terluar Indonesia yang berbatasan langsung dengan laut China Selatan.

Selama saya bertugas disana, saya dan juga masyarakat di satu kabupaten disana benar-benar merasa hidup dan difasilitasi justru dari perusahaan minyak asing tersebut.

Bagaimana tidak, Kabupaten disana tidak memiliki fasilitas transportasi udara (bandar udara) sendiri akan tetapi justru bandar udara, pesawat udara, helikopter, pembangunan jalan, pendidikan, perekonomian, dan semuanya seolah justru di dapat dan disumbang dari perusahaan minyak asing tersebut.

Saya tidak bisa membayangkan sudah berapa milyar dollar perusahaan asing tersebut menguras minyak-minyak disana sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu sedangkan kita sebagai negara yang memiliki daerah tersebut justru hanya mendapatkan “sisa” mereka bernama “pajak”.

Indonesia boleh mengundang para investor untuk datang berduyung-duyung ke Indonesia untuk tujuan berinvestasi di negara kita. Tapi negara ini sebagai tuan rumah juga harus sadar sesadar-sadarnya untuk jangan sampai lupa sebagai tuan rumah justru berubah menjadi tamu di negara sendiri dalam hal mengelola aset-aset sumber daya alam kita.

Kondisi tersebut sudah diperparah dengan tiga hal yang diutarakan oleh Mr. Kim sebagaimana tulisan diatas yaitu :

  1. Korupsi dan kebobrokan birokrasi,
  2. Keterbatasan infrastruktur (listrik, telpon, jalan, pelabuhan dan sejenisnya) serta
  3. Kemalasan dan kelambanan yang menjadi sifat umum mayoritas pekerja Indonesia.

Jika ketiga poin diatas tidak bisa hilang dari Indonesia, maka selama itu pula kita selamanya hanya akan menjadi RAKSASA YANG TIDUR PULAS yang hanya akan selalu mengalami kemunduran dan kehancuran.

Sungguh sangat MENYERAMKAN !

ilustrasi gambar | sentulparadisepark.files.wordpress.com

Terima kasih sudah berkenan Bantu Share

About Ari Suseno

Anak petani, Publisher Google, YouTube, Affiliate (2004 - Sekarang). Jika anda ingin belajar membuat blog, website, Google Adsense, Affiliate, ngembangin channels YouTube kamu. Dengan senang hati siap berbagi ilmu, selama saya mampu dan bisa :-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *